Selasa, 09 Februari 2010  
Hot Topics>> Bisnis
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD    |    ATAU GUNAKAN   
UTAMA: Susu Bayi Bermelamin | Bunuh 2 Warga dan Sandera Cewek 2 Tahun | 360 Pemudik Tewas di Jalan | Dapat Cucu Ketujuh, Berharap Bebas Bulan Depan | Batu Bara Jangan Seperti Hutan | PRO KALTIM: 22 Tahun Menanti Air Bersih | Lebaran Pertama, Samarinda Banjir | TOTAL SPORT: Tunggu Guru | Ingin Sempurnakan Gelar |
   
Senin, 09 November 2009 , 11:15:00


BLITAR – Satu lagi aliran alias sekte sesat ditemukan. Setelah Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Kota Mojokerto menyatakan, Aliran Ilmu Kalam Santriloka pimpinan Mbah Aan sebagai aliran sesat, kini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar mencurigai berkembangnya aliran sesat di Dusun Mbiluk, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, yakni alirasn Padange Ati (PA).

Pasalnya berdasarkan data yang dihimpun MUI setempat, sekte mengatasnamakan PA ini diduga sudah berani meninggalkan syariat agama yang diakui pemerintah khususnya agama Islam. Dugaan penyimpangan agama ini terlihat adanya dugaan salah seorang anggota jamaah PA yang sebelumnya mengaku Islam, berani mengabaikan salat.

Bahkan menilai dogma salat 5 waktu sebagai tata cara pemeluk agama yang masih dangkal keilmuanya. Selain itu adanya pandangan soal rukun haji dalam agama Islam, menurut penganut PA tidak perlu ditunaikan ke tanah suci Makkah. Haji di Makkah dinilai sebagai kegiatan pemborosan.

Sekretaris Umum MUI Kabupaten Blitar Achmad Su'udy, PA mengatakan, ajaran yang dilakukan rutin di rumah seorang warga bernama Jono (48) memiliki benang merah dengan Aliran Masuk Surga (AMS) pimpinan Suliyani asal Desa Jajar Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Bahkan Achmad Su'udy menduga sekte PA yang muncul sekitar 2007 atau 2008 silam ini sebagai pengembangan dari AMS.

Sebab, selain mengecilkan arti syariat Islam seperti aliran AMS, sejumlah imam PA merupakan murid-murid Suliyani. "Hasil penyelidikan sementara aliran yang beranggotakan sekitar 25 orang ini telah menyimpang dari aqidah agama Islam. Dan ajaran yang disampaikan sama persis dengan Aliran Masuk Surga pimpinan Pak Suliyani," terang Su'udy kepada wartawan, Minggu (8/11) kemarin.

Seperti halnya AMS, ritual yang dilakukan para pemeluk PA mirip dengan pengikut tarikat atau tasawuf dalam agama Islam. Mereka duduk bersemedi dengan menyebut nama Tuhan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Misalnya seorang muslim menyebut Allah. Sedangkan nasrani menyebut Tuhan Yesus atau yang Hindu atau Budha tetap memakai istilah Sang Hyang Widi.

Sementara secara terpisah Kapolsek Srengat AKP Hari M mengaku telah mendapat laporan tentang aliran PA di Desa Ngaglik. Saat ini pihaknya telah memeriksa 3 orang yang ditengarai sebagai pemeluk sekte PA. Meski begitu polisi tidak bisa melakukan tindakan tegas apapun sebelum mendapatkan kejelasan, baik saksi dan bukti. "Tiga orang anggota PA yang kita panggil itu sampai sekarang belum datang.

Kita rencananya akan melakukan pemanggilan kedua,"tuturnya singkat. Di sisi lain salah satu penganut aliran PA bernama Jono (48), warga Dusun Mbiluk, Desa Ngaglik Kecamatan Srengat mengaku, bahwa dirinya merupakan pengikut aliran PA. Ia juga mengakui pernah menimba ilmu di tempat Suliyani selaku pimpinan aliran AMS.

Namun dia menolak dikatakan meninggalkan syariat Islam sebagaimana status agama dalam kolom KTP-nya. "Tidak benar itu. Saya juga salat seperti umat Islam. PA ini sifatnya individu untuk mencari ketentraman hati saja. Ritualnya dengan cara bersemedi manunggaling kawulo lan gusti, seperti agama yang diyakini masing-masing anggota," tuturnya.

Menurut Jono, PA yang diyakininya itu hanya berkembang sebatas keluarga. Sebab selain memperoleh pengetahuan dari Suliyani, PA ini merupakan penyempurnaan ilmu kesejatian yang diperoleh dari Yahmin, almarhum ayahnya. "Ini hanya cara mencari ketentraman hati. Itu saja," pungkasnya.(fat/net)

 
 
(0) Komentar
 
   
 
 
Olahraga
Persiba Tatap Putaran Dua
BALIKPAPAN– Putaran kedua semakin dekat bergulir. Pertandingan perdana Persiba Balikpapan mela ...
Other
 
Hukum
Pemuda Bertato Digebuki Warga
SAMARINDA- Gara-gara mabuk, mengamuk dan merusak rumah seorang warga, seorang pemabuk bernama Samsud ...
Other
 
Balikpapan
Pendaftaran Pawai Budaya Dibuka
BALIKPAPAN-Pawai budaya kendaraan hias yang menampilkan beragam pakaian adat dari berbagai suku di T ...
Other
 
Metro Kota
Wawali Bagikan Helm Gratis
BALIKPAPAN–Wakil Wali Kota (Wawali) HM Rizal Effendi SE bersama pejabat terkait membagikan 50 ...
Other
 
Kaltim Post Grup:
Kaltim Post - Radar Banjarmasin - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan - Kalteng Pos - Radar Sampit - Radar Sulteng - Radio KPFM
Home Utama Balikpapan Metro Kota Hukum Metro Kaltim Olahraga Hiburan Nasional Bisnis Rubrik Special