JAKARTA - Ada regulasi baru yang ditetapkan PT Liga Indonesia saat pelaksanaan manager meeting peserta Indonesia Super League (ISL) U-21 di Hotel Twin Jakarta, Kamis (19/11) lalu. Manajer tim seluruh kontestan bersama PT Liga Indonesia sepakat untuk mengubah babak kedua ISL U-21 yang semula hanya memberlakukan babak 4 besar menjadi babak 6 besar.
Hal itu bukan sekadar usulan beberapa peserta kompetisi, tetapi juga karena ISL U-21 merupakan program pengembangan pemain.
Direktur PT Liga Indonesia Joko Driyono yang memimpin pertemuan kemarin mengatakan, ISL U-21 bukanlah media kompetisi semata-mata, tapi juga menjadi recruiting dengan hight quality program.
Disebutkan, ada 20-an pemain ISL U-21 musim lalu yang saat ini masuk dalam tim ISL senior, bahkan ada 1 diantaranya (Rahmat Latief) yang masuk dalam Timnas senior. Untuk itu, ISL U-21 ini akan terus dijadikan program pengembangan pemain. Joko menerangkan, pendanaan ISL U-21 untuk tahun lalu sebesar Rp 5 miliar yang semuanya untuk membiayai honor wasit, subsidi ke klub, dan hadiah.
Untuk tahun ini PT Djarum sebagai sponsor memberikan pendanaan sebesar Rp 1 miliar, dan 4 miliar sisanya didapatkan dari sponsor lain. Hanya saja, jika tahun lalu setiap klub ISL U-21 mendapatkan subsidi Rp 250 juta, untuk musim ini turun menjadi Rp 100 juta untuk setiap peserta ISL U-21 dengan pembayaran 2 kali. Hanya saja, di bulan Desember mendatang, setiap klub akan mendapatkan bantuan kendaraan.
Hal lain yang dibahas dalam manager meeting tersebut yaitu pelaksanaan pertandingan ISL U-21 yang kegiatannya bersamaan hari dengan ISL senior.
“Sengaja kami setting pelaksanaan pertandingan ISL U-21 dengan ISL senior di hari yang sama. Selain karena faktor efisiensi, juga agar ISL U-21 juga dapat disaksikan dan lebih dikenal. Untuk masalah waktu pertandingan sore atau malam, itu diserahkan pada panitia pelaksana setempat,” kata Joko.
Ditambahkan, pemain ISL U-21 bebas bermain di kompetisi U-18, Porprov, maupun kompetisi amatir. Karena tidak ada keterikatan untuk pemain U-21, dan yang membatasinya hanyalah faktor usia pemain. Hanya saja, PT Liga Indonesia menetapkan hanya 5 pemain ISL U-21 yang boleh bermain di ISL senior, untuk sebaliknya bebas selama usianya masih mencukupi untuk bermain di ISL U-21.
Pembahasan yang panjang di pertemuan kemarin yaitu permintaan beberapa klub untuk mengubah jadwal pertandingan. Seperti dari Bontang FC yang meminta penundaan pertandingan karena faktor recovery yang kurang melihat jadwal pertandingannya. Begitu pula dengan Persipura yang meminta jadwal menghadapi Persiba pada tanggal 23 Desember dimajukan pada 9 Desember dengan persetujuan PT LI dan tuan rumah Persiba.
Dimajukannya jadwal tersebut karena mayoritas pemain Persipura U-21 beragama nasrani, dan tentunya mereka harus persiapan menjalani malam kudus dan hari Natal, 25 Desember. Jika tim Persipura masih harus bertanding di Balikpapan pada tanggal 23 Desember tersebut, tentu para pemain dan ofisial Persipura tak bisa menjalani malam kudus menyambut Natal dan juga hari Natal, mengingat perjalanan menuju Jayapura memakan waktu lama.
“Ya, kami melihat dari faktor kemanusiaan dan penghormatan sesama umat beragama. Dan tidak ada faktor teknis atau kesengajaan untuk perubahan jadwal ini. Kami menyetujui perubahan jadwal tersebut,” kata manajer tim Persiba U-21 M.Faisal Husin ST didampingi asisten manajer Sukisno Winata ST yang mendapatkasn ucapan terimakasih dari manajer tim Persipura Lhassia. (san)