Minggu, 01 Agustus 2010  
Hot Topics>> Bisnis
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD    |    ATAU GUNAKAN   
UTAMA: Susu Bayi Bermelamin | Bunuh 2 Warga dan Sandera Cewek 2 Tahun | 360 Pemudik Tewas di Jalan | Dapat Cucu Ketujuh, Berharap Bebas Bulan Depan | Batu Bara Jangan Seperti Hutan | PRO KALTIM: 22 Tahun Menanti Air Bersih | Lebaran Pertama, Samarinda Banjir | TOTAL SPORT: Tunggu Guru | Ingin Sempurnakan Gelar |
   
Minggu, 14 Maret 2010 , 14:14:00


MENTERI  Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dalam waktu dekat akan mengunjungi Malaysia untuk studi banding soal pengaturan internet dan teknologi informasi komunikasi (TIK/ICT).

"Bukan kerja sama, tapi lebih ke studi banding dengan Malaysia, misalnya untuk mencari tahu seperti apa aturan terakhir soal ICT di sana," ujarnya, seusai menghadiri pentas budaya Malaysia di Gedung Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta.

Ia juga menanggapi pertanyaan soal kekhawatiran akan adanya pengekangan kebebasan berekspresi seusai studi banding nanti, seperti yang sempat ramai diributkan beberapa waktu lalu saat bergulirnya Rancangan Peraturan Menteri (RPM) tentang Konten Multimedia.

"Kalau dari sisi kebebasan berekspresi, di Indonesia jauh lebih bebas. Bahkan banyak juga yang berlebihan kebebasannya," komentar Tifatul.

Menteri Komunikasi, Informasi dan Kebudayaan Malaysia, Rais Yatim, membenarkan adanya rencana studi banding Tifatul soal ICT di Malaysia pada minggu pertama Mei 2010 ini.

"Beliau akan ke Kuala Lumpur dan akan mengatur program-program ICT yang mengandung bahan-bahan budaya hubungan serantau. Dan kami akan menjelaskan beberapa program antara Indonesia dan Malaysia agar hubungan ICT dalam program kemasyarakatan menjadi realita. Kami telah bertemu dan berbincang tadi pagi (Kamis, 11 Maret 2010-red)," ujarnya di sela kesempatan yang sama.

"Hal ini akan menggembirakan kedua masyarakat. Satu perkara ini adalah perjuangan kita untuk menegakkan sosio budaya dan juga memberi satu penegasan kerjasama kita. Pada bulan Mei juga akan dijangka beberapa dapat kita buat," lanjut Rais Yatim.

"Menyoal kerjasama pengawasan internet, akan kami halusi dengan Indonesia sebagaimana dengan konteks ASEAN. Perkara ini dapat kita atasi tetapi tidak dapat  melanggar beberapa etiket yang ditetapkan oleh masyarakat internet berbagai bangsa," tuturnya di akhir perbincangan.(rou/wsh)

 
 
(0) Komentar
 
   
 
 
Olahraga
Banyak Wajah Baru
JAKARTA  - Gambaran kekuatan timnas Merah Putih sedikit tersingkap. Ini setelah kemarin Ba ...
Other
 
Hukum
Polisi Tidak Main-main
BALIKPAPAN  -  Kasus penjualan dan pendistribusian minyak tanah ilegal menjadi perhatian s ...
Other
 
Balikpapan
Dewan: Segera Bentuk DKP
BALIKPAPAN   -  Anggota komisi I DPRD Balikpapan, Son Haji mengakui bahwa potensi kel ...
Other
 
Metro Kota
Dua Rumah Nyaris Tertimbun Tanah
BALIKPAPAN  - Jumlah titik longsor terparah di Balikpapan semakin bertambah. Selain wilayah Gun ...
Other
 
Kaltim Post Grup:
Kaltim Post - Radar Banjarmasin - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan - Kalteng Pos - Radar Sampit - Radar Sulteng - Radio KPFM
Home Utama Balikpapan Metro Kota Hukum Metro Kaltim Olahraga Hiburan Nasional Bisnis Rubrik Special