Minggu, 01 Agustus 2010  
Hot Topics>> Bisnis
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD    |    ATAU GUNAKAN   
UTAMA: Susu Bayi Bermelamin | Bunuh 2 Warga dan Sandera Cewek 2 Tahun | 360 Pemudik Tewas di Jalan | Dapat Cucu Ketujuh, Berharap Bebas Bulan Depan | Batu Bara Jangan Seperti Hutan | PRO KALTIM: 22 Tahun Menanti Air Bersih | Lebaran Pertama, Samarinda Banjir | TOTAL SPORT: Tunggu Guru | Ingin Sempurnakan Gelar |
   
Jum'at, 19 Maret 2010 , 09:11:00


BALIKPAPAN- Seorang anak pensiunan polisi di jajaran Polda Kaltim menjadi korban asusila. Korban masih balita sebut saja Adi (4) --bukan nama sebenarnya— anak pertama dari pasangan YS (53) dan istri keduanya RF (25). Bagian dubur Adi rusak dan lebam setelah diduga dimasuki benda tumpul.

Hal tersebut diketahui setelah sang ayah memeriksakan ke rumah sakit Bhayangkara Polda Kaltim untuk dilakukan visum. Hingga pada akhirnya kasus ini dilaporkan ke unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Balikpapan, Senin (15/3).

Adanya kejanggalan pada bagian dubur Adi saat YS memandikannya pekan lalu. Sejak kecil, Adi memang kerap mandi bersama ayahnya. Saat itu dia melihat kejanggalan, dia mencurigai ada yang tidak beres pada dubur anaknya itu. YS mencoba merayu anaknya agar menceritakan kejadian yang dialaminya.

Namun, Adi menolak bercerita dia hanya terdiam saja. “Saya berikan pemahaman dan merayunya agar mau menceritakan, tak lama kemudian Adi pun menceritakan kejadian asusila dialaminya,” ungkap YS pada Post Metro.

Mantan Kapolsek di wilayah Balikpapan tahun 2000 dan bermukim di kawasan Perumahan Bumi Rengganis Kelurahan Gunung Bahagia Balikpapan Selatan ini bertambah shock. Pasalnya, pelaku yang terlibat dalam menyodomi anaknya itu bukan orang lain melainkan istrinya yakni pertama YS yakni RF (55).

Gilanya lagi AR dan RO (52) juga terlibat. Kedua nama terakhir adalah kakek dan neneknya (orang tua RF-red). Kakek dan neneknya ini biasa dipanggil opa dan oma. Tak hanya disodomi, anak balita ini juga dicabuli oleh kakek dan nenek angkatnya itu.

Dari cerita Adi pada YS, saat kejadian malam pada 22 Februari 2010 lalu, dia dibawa turun dari kamar lantai II, ke kamar di lantai I. Saat itu, di dalam kamar sudah ada kakek dan neneknya. “Setelah RF datang membawa Adi, kakek dan neneknya melepas seluruh baju RF dan mereka langsung pesta seks bertiga.

Sementara anak saya disodomi oleh kakek angkatnya, dan dicabuli oleh nenek angkatnya. Ibunya ikut pesta seks dengan mereka,” ungkap YS. YS mengatakan, istri pertamanya dan kedua mertuanya ini mengalami kelainan seks yang membuatnya geram. Namun dia masih memilih menempuh kekeluargaan.

YS sempat menanyakan peristiwa asusila itu kepada opanya. Tapi dia membantah. Hingga YS bertengkar dengan istrinya sebab RF membela bapak angkatnya itu. “Dari hasil pemeriksaan dokter, dipastikan itu luka bekas benda tumpul. Biasanya memang diagnosa sodomi kan seperti itu.

Saya tak laporkan kasus itu ke polisi, berharap bisa menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Minimal dia minta maaf dan tak mengulangi perbuatannya. Sejak itu, dia dan istrinya tak tinggal lagi di rumah,” jelasnya. Keempatnya pulang dari Banjarmasin Sabtu (13/3) lalu.

Lantaran lelah, YS, RF dan Adi tidur di salahsatu kamar di lantai II, rumah mereka di Perum Bumi Rengganis. Waktu itu, sekira pukul 24.00 Wita, listrik sedang padam. Lantas, keesokan harinya, dia mendapatkan Aal mengeluh sakit perut dan badannya demam.

Yus kemudian membawa Aal ke praktek dokter spesialis anak. “Waktu itu istri saya nggak mau lepas dengan anak saya. Ketika dokter memeriksa, ternyata di lubang anusnya ada lebam lagi. Lubang yang seharusnya bisa rapat, saat itu tidak. Seperti terluka benda tumpul.

Saya langsung yakin, anak saya disodomi lagi. Tanpa ragu lagi, saya buat laporan resmi ke Unit PPA Polresta Balikpapan. Anak saya juga langsung divisum, saya dan anak saya dimintai keterangan,” bebernya.

Kapolresta Balikpapan AKBP A Rafik membenarkan adanya laporan peristiwa sodomi dan pencabulan itu. Hanya saja para pelakunya masih belum diamankan. “Saya sudah perintahkan untuk mengusut dan mengamankan terlapornya, jika terbukti yang langsung dilakukan penahanan,” kata Rafik.(bai)

 
 
(0) Komentar
 
   
 
 
Olahraga
Banyak Wajah Baru
JAKARTA  - Gambaran kekuatan timnas Merah Putih sedikit tersingkap. Ini setelah kemarin Ba ...
Other
 
Hukum
Polisi Tidak Main-main
BALIKPAPAN  -  Kasus penjualan dan pendistribusian minyak tanah ilegal menjadi perhatian s ...
Other
 
Balikpapan
Dewan: Segera Bentuk DKP
BALIKPAPAN   -  Anggota komisi I DPRD Balikpapan, Son Haji mengakui bahwa potensi kel ...
Other
 
Metro Kota
Dua Rumah Nyaris Tertimbun Tanah
BALIKPAPAN  - Jumlah titik longsor terparah di Balikpapan semakin bertambah. Selain wilayah Gun ...
Other
 
Kaltim Post Grup:
Kaltim Post - Radar Banjarmasin - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan - Kalteng Pos - Radar Sampit - Radar Sulteng - Radio KPFM
Home Utama Balikpapan Metro Kota Hukum Metro Kaltim Olahraga Hiburan Nasional Bisnis Rubrik Special