Sabtu, 11 September 2010  
Hot Topics>> Bisnis
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD    |    ATAU GUNAKAN   
UTAMA: Susu Bayi Bermelamin | Bunuh 2 Warga dan Sandera Cewek 2 Tahun | 360 Pemudik Tewas di Jalan | Dapat Cucu Ketujuh, Berharap Bebas Bulan Depan | Batu Bara Jangan Seperti Hutan | PRO KALTIM: 22 Tahun Menanti Air Bersih | Lebaran Pertama, Samarinda Banjir | TOTAL SPORT: Tunggu Guru | Ingin Sempurnakan Gelar |
   
Sabtu, 31 Juli 2010 , 12:23:00


BALIKPAPAN  -  Tingginya konsumsi daging sapi di Balikpapan, ternyata belum mampu dimaksimalkan oleh instansi terkait di jajaran Pemkot Balikpapan. Setiap bulannya, pemotongan sapi di Balikpapan mencapai 800 ekor namun hal itu tidak dapat disangupi para peternak sapi di Balikpapan yang hanya mampu membudidayakan sapi sebanyak 8 ekor perbulannya. Melihat kondisi tersebut, Komisi II DPRD Balikpapan, akan memfokuskan perhatiannya dalam bidang peternakan, untuk mengembangkan budidaya sapi di Balikpapan.

“Sangat potensial untuk dikembangkan, karena keinginan pasar sudah sangat besar,” kata Anggota Komisi II, Ardiansyah, di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Dia bersama anggota Komisi II lainnya akan memperjuangkan perkembangan budidaya sapi tersebut, termasuk dalam pengalokasian anggaran untuk mengembangkan budidaya sapi. Menurutnya, yang sangat penting dilakukan, dalam tahapan pengembangan budidaya sapi ialah memberikan pelatihan keterampilan, mengembangkan budidaya sapi kepada peternak di Balikpapan.

“Jangan memberikan bantuan hewan ternak itu salah, yang pertama perlu dilakukan, adalah memberikan pelatihan kepada peternaknya,” terang dia.

Dia mengungkapkan, saat pihaknya melakukan studi banding ke Kabupaten Tuban Jawa Timur, pihaknya melihat keuletan para peternak sapi, sehingga mampu mengembangkan peternakan sapi yang baik, dan menghasilkan ratusan ekor sapi, tiap bulannya. Hebatnya lagi, para peternak di Tuban tersebut, mampu memberikan pangan ternak kepada sapi-sapi tersebut, hasil kreativitas para peternak itu sendiri, memanfaatkan limbah-limbah perkebunan yang sebelumnya hanya menjadi limbah yang menimbulkan aroma kurang sedap.

“Di Tuban itu, ada sapi beratnya sampai 1,2 ton. Padahal kondisi iklimnya dengan Balikpapan sama, daerah pingir pantai. Tetapi kenapa bisa berkembang, karena peternaknya punya keahlian, mereka membuat pakan ternak sendiri. Jadi yang paling penting sekarang, memberikan pelatihan kepeda peternaknya,” pungkasnya.

Anggota Komisi II lainnya, Heince Tumewu, mengungkapkan bahwa pihaknya akan membantu Pemkot Balikpapan, dalam pengalokasian anggaran, untuk pengembangan budidaya sapi.

“Di pembahasan APBD-P nanti, akan kita arahkan ke sana (pelatihan bagi peternak, Red). Di APBD 2011, baru pengadaan fasilitas pendukungnya,” terang Heince.

Diungkapkannya, Komisi II DPRD Balikpapan, berkomitmen untuk memperjuangkan pengembangan budidaya peternakan, terutama yang memiliki potensi besar di Balikpapan, seperti budidaya sapi.

“Yang jelas, kita di Komisi II, akan serius memperjuangkan untuk mengembangkan peternakan sapi, karena memang kebutuhan pasarnya sangat besar,” pungkasnya. (ibr)
 
 
(0) Komentar
 
   
 
 
Olahraga
Betah di Persiba
Tidak lama lagi, Persiba Balikpapan kembali bertarung di kompetisi paling elit di Indonesia. Tim asu ...
Other
 
Hukum
Rp 30 Juta, Seminggu Habis
BALIKPAPAN-Otak pelaku pembobol uang zakat sebesar Rp 125 juta di kantor Zakat kawasan Prapatan Bali ...
Other
 
Balikpapan
Korpri Serahkan Bantuan
BALIKPAPAN --Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Pemkot Balikpapan memberikan bantuan sejumlah ...
Other
 
Metro Kota
Gubernur Sidak, Calo Tiket Raib
BALIKPAPAN--Kesiapan menghadapi arus mudik lebaran di Kota Beriman yang menjadi pintu gerbang Kalima ...
Other
 
Kaltim Post Grup:
Kaltim Post - Radar Banjarmasin - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan - Kalteng Pos - Radar Sampit - Radar Sulteng - Radio KPFM
Home Utama Balikpapan Metro Kota Hukum Metro Kaltim Olahraga Hiburan Nasional Bisnis Rubrik Special